Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Dengan keluarnya Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-721/PJ.01/UP.53/2012 tanggal 28 Mei 2012, dimana sejak saat itu saya tidak menjadi pelaksana yang bernama Account Representative tetapi berganti menjadi Penelaah Keberatan (Selanjutnya PK). Maka perkenankan saya untuk menceritakan pengalaman dan kesan selama menjadi pelaksana Account Representative (AR).

Account Representative Di KPP Pratama

Beruntungnya saat menjadi AR di tahun 2007 kantor yang saya tempati adalah kantor yang baru saja dibentuk,  dengan bekal SOP yang ada setiap pekerjaan dijalankan dengan munculnya banyak pertanyaan dan hal baru yang harus dapat diselesaikan dengan baik.

Dapatlah dibayangkan tanpa adanya bekal maka setiap AR harus dapat menjelaskan kepada pembayar pajak (Wajib Pajak), tentang apa itu AR tugas dan fungsinya serta lain-lainnya. Beruntungnya lagi sebelum menjadi AR saya bekerja di KPP Madya sebagai Juru Sita dan memiliki teman-teman baik yang menjadi AR  di KPP Madya, dengan bekal ini cukup untuk dapat bekerja dengan baik (running well) ditempat yang baru.

Saya adalah tipikal orang yang sangat menghargai pegawai senior sehingga permasalahan yang saya hadapi yang paling berat adalah bagaimana menghadapi pegawai senior dibandingkan dengan tugas dan fungsi AR itu sendiri.

Suatu kali ada pegawai senior dengan pangkat mentok yang sudah menjadi Kasubsi/korlak (doeloe namanya seperti itu) yang sudah 5 (empat) kali mutasi sebagai Kasubsi dan sejak modern menjadi pelaksana tingkat dalam (pelaksana “biasa” tanpa embel-embel AR atau PK) dia bercerita bagaimana dia dicampakkan dan dianggap tidak mengetahui apa-apa tentang pajak (saat itu posisinya di pelayanan bagian atur2 berkas). Bahkan adalagi pegawai senior, di mana saat itu pangkat/golongan saya masih II/d (kenapa masih II/d karena kekakuan insitusi 🙂 ) dan memiliki helper yang pangkatnya 2 (dua) tingkat di atas saya sesuatu yang anomali. Sungguh suatu seni tersendiri untuk dapat menghadapi semuanya itu agar semua berakhir dengan damai dan suka cita serta tetap memiliki semangat disemua pihak.

Saya tertarik untuk menceritakan tentang helper tersebut. Saat itu secara khusus saya masuk ruang pimpinan untuk mengajukan usul agar helper diberdayakan sesuai dengan keahliannya karena semua pelaksana AR pun segan minta tolong padanya. Saat itu ada sebuah program penggalian potensi dan helper tersebut pernah ikut terlibat di dalamnya sehingga dia mudah memahami aplikasinya, pimpinan setuju dan menunjuk helper tersebut menjadi koordinator aplikasi tersebut. Hasil dari aplikasi/program tersebut menyebabkan beberapa wajib pajak mengakui dan membayar pajak2 yang tidak disetor. Sehingga permasalahan baru yang tidak saya antipasi muncul…. ternyata setiap pembayaran (penerimaan pajak “fresh Money“) yang masuk adalah kinerja AR bukan kinerja helper tersebut… :D.

Dalam hal pengawasan kepatuhan wajib pajak saat menjadi AR di pratama dimasa itu memang belum banyak tools yang dapat digunakan tidak seperti sekarang, sehingga saat itu memang diperlukan pekerjaan ekstra, inovasi dan kreasi tersendiri.

Account Representative di KPP  Madya

Menjadi AR di KPP Madya sejak pertengahan 2008, sungguh anugerah tersendiri, karena jarak antara kantor dengan rumah (Home Base) hanya sekitar 40Km dibandingkan di KPP Pratama yang berjarak kurang lebih 200 Km. Maka sangatlah naif jika tidak mengucap syukur dengan bekerja dengan baik. 🙂

Harus diakui Bekerja di KPP Madya memang berbeda dengan KPP Pratama, hal ini berhubungan dengan tanggung jawab penerimaan yang cukup besar dibandingkan di KPP Pratama sebagai contoh saat itu penerimaan dalam satu tahun di KPP Pratama hanya berkisar 230 Milyar pertahun sementara di KPP Madya, saya sendiri (rata-rata AR) bertanggung jawab atas penerimaan sebesar 450 Milyar/AR. Jadi memang nuansa bekerja pun sedikit berbeda.

Permasalahan yang dihadapi sangat kompleks dan setiap AR harus tanggap dengan perubahan ketentuan perpajakan, sebagai contoh diawal tahun 2011 wajib pajak mengajukan permohonan (fasilitas) low risk dimana fasilitas itu baru keluar di akhir tahun 2010.

Suatu Perbandingan AR di KPP Pratama dan KPP Madya

Dalam suatu obrolan saat istirahat dalam suatu pertemuan di Kantor Pusat DJP, saya mendengar bagaimana beberapa AR Pratama mencibir enaknya menjadi AR di KPP Madya bahkan sampai Eselon III nya pun mendukung. Enak karena jumlah wajib pajak yang ditangani sedikit dan sudah pasti di Audit oleh KAP sehingga tinggal duduk2 manis saja, mereka tidak mengetahui bahwa saya adalah AR di KPP Madya, saya mencoba mengomentari dengan seakan2 mencoba mendukung topik tersebut sampai semuanya keluar dari mulut mereka. Akhirnya saya katakan bahwa dulu saya sempat berpikiran yang sama (saat menjadi AR di Pratama) namun setelah menjadi AR di KPP Madya saya berkesimpulan bahwa permasalahan yang dihadapi jauh lebih rumit dan complicated, dan saya mohon untuk menghilangkan pemikiran2 kerdil seperti itu, kita adalah satu yang bernama Account Representative dan wajib menjaga kesatuan dan kekompakan.

Secara jujur pekerjaan sebagai AR adalah masalah mencintai pekerjaan, terasa berat jika memang sejak awal sudah merasa tertekan, tertekan oleh masalah yang akan muncul yang belum diketahui, tertekan akan banyaknya administrasi dan permohonan WP yang harus diselesaikan, tertekan oleh laporan-laporan yang mirip-mirip yang datang silih berganti, tertekan oleh arahan yang tidak jelas dari atasan, tertekan atas semangat modernisasi yang cenderung munafik, tertekan atas pengawas internal yang merasa suci dan berhak menghakimi.

Penelaah Keberatan

Hal yang membuat saya geli sendiri adalah 2 (dua) minggu sebelum keluarnya keputusan seperti diawal tulisan, saya mengikuti diklat (Pendidikan Kilat) Account Representative dimana seharusnya hal tersebut saya lakukan seharusnya 6 (enam) tahun sebelumnya :D. Lupakan, sekarang adalah kita berbicara sesuatu hal yang akan saya hadapi kedepan yaitu Penelaah Keberatan.

Tentang apa tugas dan fungsinya mari kita sama-sama pelajari karena secara jujur saya tidak pernah ditempatkan atau bekerja dalam bidang ini, kalau dulu sih dikenal dengan yang namanya Seksi Penerimaan dan Keberatan. Dan untuk pembaca setia kategori perpajakan, saya akan menulis setiap kasus/permasalahan yang saya hadapi nanti seperti apa yang saya lakukan di web nusahati ini saat menjadi AR yaitu menulisnya agar setiap kita yang membutuhkan informasi dapat saling berbagi.

Penjelasan foto : Tim Pemburu tiket promo  KPP Madya Bekasi

(Ditulis dengan kondisi perasaan sedikit berbeda – Demam Perubahan 😀 )

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube