Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tema kali ini adalah api yang memperbarui dunia. Di Alkitab, istilah api pertama kali muncul di Kejadian 3:23. Saat Tuhan mengusir manusia dari Taman Eden, menghalau manusia itu, di Timur ditempatkan-Nya beberapa kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. Dalam Taman Eden ada 2 jenis pohon: Pohon kehidupan dan Pohon tentang Pengetahuan Baik dan Jahat. Tuhan berkata, “segala pohon engkau boleh makan kecuali pohon yang membedakan baik dan jahat tidak boleh makan.” Perbedaan kedua pohon ini adalah pohon tentang yang baik dan jahat itulah arus agama, sedangkan pohon kehidupan adalah arus keselamatan. Manusia gagal karena manusia makan pohon baik dan jahat, dan Tuhan mengatakan tidak boleh kembali, sehingga ditutup jalannya, dikunci, dan dijaga oleh malaikat dengan api dan pedang. Ini pertama kali istilah api muncul.

Dalam Alkitab, api memiliki 2 arti yaitu sebagai tanda dari Tuhan dan tanda dari setan. Mengapa Tuhan memakai api menjadi tandanya? Karena dalam Ibrani dikatakan “Our God is a consuming Fire.” Tetapi Alkitab juga mengatakan bahwa setan juga berapi-api, seperti api nafsu, api dosa, dan api neraka yang adalah tempat di mana setan akan berada. Kalau kita melihat dalam sejarah manusia, dari segala kebudayaan, mungkin tercatat permulaan api dari mana. Dalam mitologi Yunani yang memberikan api adalah dewa Prometheus – pencuri api dari Zeus atau Jupiter dan diberikan ke manusia sehingga mereka bisa tahu jalan. Karena hal ini, Jupiter menangkap Prometheus dan setiap hari lehernya digerogoti oleh seekor elang seumur hidupnya.

Di dalam Kitab Suci, Allah memberi api kepada manusia. Malaikat dengan pedang menyala-nyala yang membuktikan kesucian, keadilan, kemarahan, kekerasan, dan kedahsyatan Allah menghukum dosa. Allah sendiri yang adalah api yang menghanguskan. Api kalau nyala, harus ada bahan yang dibakar. Kalau Allah adalah api, maka apa yang dibakar? Menurut penafsiran saya, dia membakar dan menghanguskan diri-Nya sendiri. Karena di mana ada api, di situ ada pengorbanan. Ketika lilin menyala satu detik, lilin itu lebih pendek 1 detik, dia mengorbankan diri sendiri. Allah sendiri consume himself. Siapa ada api, di situ dia pasti sedang menghanguskan, consume diri sendiri. Waktu cinta satu orang, terus pikir dia, engkau sedang consume yourself. Waktu ada api cinta, marah, iri, sedih, menyesal, selalu kita consume ourself. Our God is consuming fire. Allah sangat sedih melihat kita yang berdosa. God consume himself when he so mad to our sin. Saat Allah menyatakan kebencian terhadap dosa manusia, He consumes himself. Allah menyesal melihat kita tidak taat pada Dia. Tuhan mau menghukum kita, dan Dia adalah api yang menghanguskan. Allah adalah api. Sedangkan setan adalah yang mengkopi segala sesuatu.

Sejak Reformed Injili ada di Indonesia, setidaknya muncul 5 jenis Reformed yang lain: Imitation Reformed, Copy Reformed, Faking Reformed, Forgery Reformed, dan Borrowed Reformed. Bagaimana tahu kalau itu palsu? Membedakan Rolex palsu dan asli dilihat dari bobot, berat, bukan dilihat dari bentuk, ukuran, warna, desain. Alkitab mengatakan malaikat bisa dipalsukan oleh setan. Setan bisa memalsukan malaikat terang, seperti malaikat dalam api. Setan yang menyerupai asli sudah ada di dunia. Engkau bukan tidak tahu siasatnya, bukan tidak tahu tipu muslihatnya, oleh karena itu orang Kristen yang asli harus bisa membedakan yang asli atau palsu.

Dalam Alkitab, begitu manusia berdosa, api langsung keluar, menjaga pintu taman dan manusia tidak boleh kembali lagi. Api itu menjadi kesucian Tuhan, keadilan Tuhan, kemarahan, dan hukuman Tuhan. Api menjadi tanda kesucian. Dalam api tidak ada kotoran. In fire, there is nothing unholy can exist. Keadilan Tuhan memisahkan yang suci dengan yang berdosa. Sehingga manusia tidak boleh kembali kepada pohon kehidupan, kecuali dia menembusi pedang api tersebut. Siapa yang bisa menembusi kita kecuali Tuhan Yesus? Dia yang bisa melawan kesucian Allah yang menghanguskan adalah Dia yang consume himself, Dia yang mati di atas kayu salib, merobekkan tubuh-Nya menjadi tirai di Bait Allah. Christ is the new way to enter to the kingdom of God.

Dalam Ibrani 10:19-20 Melalui pintu yang baru, jalan yang hidup, kita kembali melalui Kristus yang memecahkan diri-Nya sendiri. Inilah tubuh-Ku yang dipecahkan bagimu, ingatlah Aku senantiasa setiap menjalankan hal ini. Christ consumes Himself, to keep every holiness of God, to be kept in the Kingdom of God. Dengan ini, api suci menuju hidup yang baru boleh dikembalikan kepada kita. Itu sebab di Taman Eden ada 2 jenis pohon: Pohon tentang Pengetahuan baik dan jahat, Pohon kehidupan. Alkitab menggunakan 2 istilah: diutus keluar untuk menggarap keluar dan diusir dari tanah itu. Manusia yang berada di dunia ini ada yang berstatus diusir dan ada yang berstatus diutus. Yang diutus adalah yang akhirnya bertemu dengan Kristus dan yang diusir tidak akan kembali selama-lamanya. Sehingga, yang diutus akan kembali untuk mendapatkan pohon kehidupan. Tuhan Yesus dan salib-Nya, itulah pohon kehidupan.

Agama apa pun adalah pohon baik dan jahat. Hanya Kristus satu-satunya pohon kehidupan. When we return to God, we return to fire, we return to The Fire who consume himself. Tetapi ada Api yang membuat kita bisa kembali, yaitu Yesus yang harus dipaku di atas kayu salib. Kalau Api dari Tuhan membakar hatimu, engkau akan dipakai Tuhan untuk mengubah dunia. Api dalam kita adalah api apa? Api perzinahan, narkoba, penipuan, dosa, atau Api suci dari Allah?

Sumber : https://ringkot-reformed.blogspot.com/2019/03/nrec-2016-ringkasan-khotbah-29-desember.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube