Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Sebelumnya…

Allah mengizinkan dan memerintahkan manusia untuk menguji Dia hanya tertulis dua kali. Satu di Perjanjian Lama dan satu di Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, yaitu mengenai perpuluhan, yang tertulis dalam Maleakhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Kita sering kali kekurangan karena kita tidak jujur kepada Allah. Perpuluhan milik Tuhan kita curi, kita ambil untuk diri kita sendiri, lalu kita pakai sembarangan sesuai keinginan kita. Oleh karena itu, Tuhan berkata, “Engkau yang tidak setia kepada-Ku, Aku telah memberikan segala kecukupan dan engkau mengambil semua uang, termasuk uang yang seharusnya dikembalikan kepada-Ku.” Milik Tuhan harus dikembalikan kepada Tuhan. Jika engkau sungguh-sungguh setia memberikan uang Tuhan kembali kepada Tuhan, engkau tidak dibuang oleh Tuhan. Ini adalah janji Tuhan dan ditulis dalam Alkitab. Hamba Tuhan yang jujur, melayani Tuhan dengan tidak menghiraukan untung rugi diri, tidak mementingkan hidup mati diri, tidak menghiraukan sakit sembuh sendiri, dan melayani Tuhan dengan setia, tidak mungkin Tuhan biarkan dia miskin, kekurangan, atau keturunannya menjadi kosong.

Banyak orang mencari uang yang banyak untuk anak-anaknya, dengan cara menipu, berbuat curang dan tidak jujur, dan setelah mendapatkan uang banyak, engkau mati, dan engkau kira anakmu dapat berkat. Tidak! Mereka hanya mendapatkan modal untuk saling membunuh. Orang yang tidak takut Tuhan, dengan cara curang menipu dan tidak jujur, meskipun menjadi orang kaya, keturunannya akan saling menuduh, saling membunuh, dan tidak ada damai dalam keluarganya. Tetapi jika engkau jujur melayani Tuhan, meskipun miskin, dan setia memberi perpuluhan kepada Tuhan, Tuhan akan memelihara. Inilah pengujian yang Tuhan izinkan!

Jika kita semua egois, Kerajaan Tuhan makin lama akan makin kering dan menyusut. Harus ada orang yang jiwanya memikirkan pekerjaan Tuhan, Kerajaan Tuhan, dan bertekad meluaskan Kerajaan Tuhan. Seharusnya setiap orang Kristen memikirkan bagaimana uang Tuhan harus kembali kepada Tuhan, karena dengan demikian pekerjaan Tuhan, Kerajaan Tuhan, dan gereja Tuhan dapat bertumbuh terus. Mari kita semua memikirkan pekerjaan Tuhan, karena Tuhan berkata, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Ujilah Aku! Ini adalah perintah yang menakutkan. Di dalam Perjanjian Lama, hanya ini satu-satunya kali Tuhan mengizinkan manusia menguji Dia, yaitu tentang perpuluhan.

Di dalam Perjanjian Baru, satu-satunya kali Allah mengizinkan manusia menguji Dia adalah dengan menguji Roh itu dari Allah atau bukan. Seturut 1 Yohanes 4:1, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Dalam hal ini gereja terlalu lalai dan malas, melupakan tugas untuk menguji Roh dari Tuhan atau bukan, sehingga akibatnya gerakan Karismatik radikal dapat berkembang begitu besar dan menerima roh yang bukan dari Allah. Kalau roh dari gerakan Karismatik radikal adalah Roh Kudus yang sejati dari Allah, mengapa para pemimpin gerakan Karismatik tidak ada yang sungguh-sungguh belajar firman Tuhan dan berkhotbah sesuai kebenaran firman yang paling ketat? Mereka tidak merasa perlu mempelajari secara mendalam penafsiran Alkitab dengan ketat, tidak perlu mengerti dan mempelajari doktrin-doktrin Kristen dengan serius, karena mereka merasa sudah mendapat pimpinan dari roh yang mereka anggap adalah Roh Kudus. Mereka mengartikan pimpinan Roh Kudus itu sebagai mujizat, kesembuhan ajaib, mengusir setan, dan karunia bahasa lidah. Semua itu salah. Karunia lidah yang mereka lakukan bertentangan dengan seluruh pengertian Kitab Suci tentang karunia lidah. Nubuat yang mereka katakan bukan dari Roh Kudus yang dikirim kepada manusia, karena bersifat penipuan. Alkitab berkata, “Ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Dengan ini kita melihat hanya dua kali Allah memberi perintah untuk menguji Dia, yaitu satu di Perjanjian Lama tentang perpuluhan, dan satu di Perjanjian Baru tentang menguji roh itu dari Tuhan atau bukan.

Pada tahun 1967, dua puluh dua tahun sebelum GRII didirikan, sekitar empat puluh orang dari satu denominasi gereja di Surabaya berkumpul mencari Roh Kudus, ingin menuntut pimpinan dan karunia Roh Kudus, dan mulai tidak puas dengan pendeta mereka. Mereka mencari pendeta dari luar negeri, akhirnya mereka mengundang pendeta dari Australia dan mereka mengadakan retret. Sepulang retret, mereka begitu bersukacita, merasa menemukan pekerjaan Roh Kudus yang tidak pernah mereka alami. Pulang ke Surabaya, mereka berunding dan beranggapan bahwa mereka sudah jenuh dengan pendeta mereka, mereka perlu kebangunan, perlu mengundang pendeta lain karena mereka beranggapan pendeta di luar sinode mereka lebih hidup, lebih berkuasa, dan lebih berani membawa pembaruan, lalu mereka memutuskan untuk mengundang Pdt. Stephen Tong.

Mereka menjemput saya dari Malang ke Surabaya dan mereka menceritakan tentang retret mereka. Mereka mengatakan bahwa di dalam retret tersebut, Tuhan tiga kali berbicara langsung kepada mereka. Saya heran, bagaimana caranya, apakah Tuhan datang lalu kelihatan ada mulut bicara? Ternyata mereka mengatakan bahwa ketika mereka berdoa, ada suara dari seorang perempuan tiba-tiba berkata, “Aku datang, aku datang.” Lalu semua berkata, “Oh Tuhan, datanglah.” Lalu suara itu meneruskan, “Saya adalah Yesus, saya adalah Yesus yang sekarang datang kepadamu.” Setelah selesai dia bercerita, mereka mengajak saya jalan menuju Surabaya. Sebelum pergi, saya ke belakang seminari, ke rumah seorang misionaris yang menjadi dosen, yaitu Ibu Mabel Williamson. Saya berkata, “Tolong doakan saya, saya sekarang mau ke Surabaya, dan ini peperangan rohani yang besar. Saya akan berperang dengan roh yang tidak benar.” Ia berkata, “Ya Stephen, saya akan doakan kamu. Pergi dan berhati-hatilah. Allah menyertai engkau.” Selama di mobil saya terus berdoa, mohon Tuhan beri kekuatan, kuasa, dan kebijaksanaan kepada saya.

Setelah tiba di gereja, kami duduk berkumpul. Kebaktian mulai jam lima sore, sekarang jam setengah empat dan kami mau berdoa. Lalu mereka berkata, “Bapak Stephen Tong dengar dahulu, jangan jawab, karena ini pekerjaan Tuhan, engkau harus tahu.” Lalu mereka bercerita, dan makin bercerita, saya makin sadar mereka makin menyeleweng, dan perintah Tuhan adalah, “Ujilah roh itu.” Tetapi kalau roh itu tidak muncul bagaimana diuji? Maka saya berdoa, “Tuhan, biarkan dia muncul, saya akan pakai kesempatan ini untuk mengujinya.” Sesudah itu pemimpinnya berkata, “Mari kita berdoa.”

Satu per satu mulai berdoa, ada sekitar tujuh orang yang ikut berdoa. Sengaja doanya dilembutkan supaya suasana cocok untuk roh itu datang. Lalu sampai ke orang ketujuh—seorang perempuan berusia sekitar empat puluh tahun lebih, yang suaminya sudah meninggal—mendapat giliran berdoa. Tiba-tiba keluar suara lain dari perempuan itu, seperti ada orang lain masuk ke dalam dia dan berbicara, “Aku datang, aku datang.” Saya berdoa, “Tuhan, berilah Roh-Mu yang menenangkan hatiku, berilah Roh Kebijaksanaan untuk membedakan siapa ini, dan keberanian untuk melihat siapa roh ini.” Wanita itu berbicara lagi, “Aku datang. Aku datang kepada anakku.” Katanya suasana penuh Roh Kudus, tetapi bagi saya penuh roh aneh. Lalu saya mulai berdiri, membuka Alkitab dan membaca 1 Yohanes 4:1, “Jangan percaya segala roh, tetapi ujilah setiap roh.” Inilah satu-satunya ayat dalam Perjanjian Baru di mana Tuhan mengizinkan manusia menguji, roh yang dari Allah atau bukan. Lalu saya mulai membaca dan menguji dia dengan pertanyaan, “Percayakah engkau Yesus adalah Anak Allah yang datang melalui inkarnasi tubuh manusia?” Saya tidak mau menyeleweng, saya mau setiap kalimat sesuai dengan Alkitab. Banyak orang mulai gelisah. Lalu saya berkata, “Demi nama Yesus Kristus, Firman yang menjadi daging, yang mati dan bangkit dari orang mati, saya perintahkan engkau harus jawab.” Ia mulai menjawab, “Aku… aku adalah Yesus.” Saya tanya, “Dari mana engkau?” Dia menjawab, “Dari anakku Yesus.” Saya mulai melihat kekacauan jawaban ini, bagaimana Yesus dari anakku Yesus. Saya tahu roh itu sudah gentar. Maka saya bicara dengan tegas, “Demi nama Yesus Kristus, saya perintahkan engkau jatuh.” Dalam dua detik perempuan itu jatuh di tanah seperti orang sakit keras, kejang-kejang, keluar air liur dari mulutnya, dan menangis tidak keruan. Semua orang di situ terkejut. Dan saya berdiri dengan tegas berkata, “Inilah buktinya roh ini bukan Roh Kudus. Ini adalah roh dari setan yang memalsukan Roh Kudus, yang menipu orang Kristen. Kalian semua bangunlah, sadarlah. Meskipun kalian tidak puas dengan pendetamu atau gerejamu, jangan biarkan engkau ditipu oleh roh yang palsu.” Perempuan itu kemudian membuka mata sedikit, lemah sekali seperti orang habis dipukuli, dan tidak memiliki kekuatan sama sekali. Ini salah satu gejala ketika orang habis dirasuk atau ditumpangi oleh setan. Ketika di dalam penguasaan setan, ia seperti begitu garang, begitu kuat, tetapi setelah setannya pergi, ia menjadi begitu lemah.

Lalu seorang pendeta bertanya, “Pak Tong, bagaimana ya gereja ini?” Saya katakan, “Sekarang kamu yang masih mau percaya itu Roh Kudus, silakan; tetapi saya telah memakai cara Alkitab untuk mengujinya dan ternyata bukan Roh Kudus.” Gereja tersebut kemudian pecah menjadi tiga kelompok. Satu kelompok yang percaya itu Roh Kudus, satu kelompok yang percaya Stephen Tong yang benar bahwa itu bukan Roh Kudus, dan satu kelompok yang bingung dan percaya mereka harus menunggu lagi supaya pengujian lebih jelas. Lalu saya keluar, naik ke mimbar dan berkhotbah. Sudah enam ratus hingga delapan ratus orang menunggu. Saya berkhotbah tentang roh jahat yang memalsukan Roh Kudus, bagaimana menipu gereja. Ada yang tegas mengatakan, “Inilah jawabannya, kita sudah tunggu lama tidak tahu bagaimana mengatasi kesulitan seperti ini. Tuhan mengirim Stephen Tong untuk memberi jawaban tegas kepada kita.” Tetapi sebagian orang tidak senang. Gereja itu goncang sekali dan pecah. Lima belas tahun kemudian, saya bertemu pemimpin yang percaya bahwa roh itu Roh Kudus. Dia mengatakan, “Pak Tong, waktu diuji kami benci sekali sama kamu, sangat marah kepadamu. Tetapi sekarang saya harus mengakui, setelah lima belas tahun tidak ada perkembangan dan kemajuan sama sekali, dan kerohanian kami sama sekali tidak bertumbuh. Kami tidak mengerti Kitab Suci lebih baik. Kami tidak bertumbuh, penginjilan tidak berkuasa. Kami mau kembali ke gereja lama tetapi malu, pergi ke gereja yang baru tidak cocok.” Dari situ saya mulai memikirkan perlunya ada Gerakan Reformed Injili, perlu penegasan doktrin yang benar, yang dapat membedakan siapa roh sejati dan siapa tidak. Tuhan memimpin perlahan-lahan, akhirnya dua puluh dua tahun kemudian Gereja Reformed Injili Indonesia didirikan. Gerakan ini adalah gerakan yang sangat mahal, sangat langka, sangat penting, dan sangat mulia. Amin.

Sumber : https://www.buletinpillar.org/transkrip/pengakuan-iman-rasuli-bagian-36-butir-ketiga-6-aku-percaya-kepada-roh-kudus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube