Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
BAB 4 :
SEMBILAN SARANA PENGHAKIMAN ALLAH 

Sarana-sarana atau alat yang Tuhan pakai untuk menjalankan penghakiman, yaitu:

1. PENGHAKIMAN HATI NURANI

Allah menciptakan manusia dengan hati nurani, maka Allah memakai hati nurani untuk menjadi alat penghakiman bagi manusia. Hati nurani memang tidak dapat diandalkan secara mutlak, dan penghakiman hati nurani tidak mutlak benar, karena hati nurani sendiri sudah dicemari oleh kebudayaan, agama, segala macam opini publik, tradisi, dan segala macam kebiasaan, penderitaan, dan dosa diri sendiri. Fungsi hati nurani sudah dirusakkan oleh semua hal itu.

Memang hati nurani memiliki suatu ketegasan, mempunyai tugas untuk menghakimi manusia, namun demikian hati nurani bisa terlalu peka, bisa kurang peka, bisa juga didistorsi (dicemari), dan bisa juga mendapatkan polusi yang menyakitkan. Ketika seorang dari agama lain sedang makan makanan yang lezat, tiba-tiba diberi tahu bahwa makanan tersebut dimasak dengan bahan-bahan yang haram, hati nuraninya akan mempersalahkan dia. Tetapi orang Kristen tidak akan dipengaruhi oleh pemberitahuan sedemikian. Hati nurani ternyata dipengaruhi oleh otoritas agama, kebudayaan, tradisi, opisi, dan kebiasaan-kebiasaan hidup.

Orang yang pertama kali mencari pelacur merasa bukan main takutnya, tetapi yang sudah biasa, merasa bukan main nikmatnya, karena hati nuraninya sudah tertidur. Tetapi, mau tidak mau, setiap manusia akan mengalami hal sedemikian. Pada saat pertama kali melakukan dosa, hati nurani Saudara akan memberikan teguran yang luar biasa keras kepada Saudara. Tetapi celakalah Saudara jika hati nurani Saudara sudah tidak lagi memberikan teguran kepada Saudara.

Setiap kali kita memikirkan penghakiman Tuhan, kita selalu berasosiasi kepada penghakiman yang terakhir sesudah kita mati. Tetapi jangan kira Allah menghakimi hanya pada penghakiman terakhir, karena sekarang pun Allah sedang menjalankan penghakliman melalui hati nurani yang selalu menegur Saudara. Kalau Saudara sungguh-sungguh takut kepada Allah, Saudara pasti akan mempunyai kepekaan mendengarkan teguran hati nurani.

Namun demikian, saya harus mengoreksi satu kemungkinan kesalahan, yaitu hati nurani kadang-kadang terlalu sensitif. Ada orang-orang yang hati nuraninya terlalu peka, sehingga mereka takut kawin, karena mereka menganggap kalau bersetubuh itu merupakan dosa besar, sehingga ada wanita yang karena dipengaruhi oleh agama-agama yang kurang bertanggung jawab, menganggap tidur dengan suami sendiri merupakan dosa besar. Kepekaan sedemikian adalah kepekaan yang terlalu besar, karena seks memang pemberian Tuhan. Kita memang tidak boleh melakukan itu di luar pernikahan, tetapi kita tidak perlu merasa berdosa jika kita melakukannya di dalam pernikahan. Hati nurani yang terlalu peka akan menyebabkan kita hidup di dalam kesusahan dan penderitaan yang sangat besar, tanpa upah Tuhan.

Kekristenan yang sejati mengajarkan kepada kita, apakah kita berada di dalam area hal-hal yang boleh kita nikmati, dan apakah yang kita lakukan itu merupakan adiksi, sesuatu pelanggaran, atau hamartia, sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang Tuhan tuntut.

2. PENGHAKIMAN HUKUM TAURAT

Tuhan Allah memberikan penghakiman kepada manusia melalui turunnya Hukum Taurat. Kita telah melihat bahwa hati nurani menghentikan manusia dengan menyumbat mulut manusia yang berusaha untuk melawan Allah. Kita telah melihat bahwa hati nurani berfungsi untuk menundukkan manusia ke bawah hukuman Allah, sehingga manusia harus takluk, tidak ada jalan lain, manusia harus taat kepada Tuhan.

Hukum Taurat juga memberikan pengenalan akan dosa dengan membuka pikiran manusia. Manusia menjadi tahu bahwa ia telah berdosa. Kita sadar bahwa kita orang berdosa, lalu hati nurani bagaikan sinar rontgen yang memberitahukan kepada kita akan kecelakaan yang akan menimpa kita, yaitu kita sedang menuju kematian, sehingga kita harus lari kepada Yesus Kristus, untuk mendapatkan pertolongan melalui salib dan kebangkitan-Nya. Hati nurani menghakimi kita, hukum Taurat menghakimi kita; keduanya ini dipakai Tuhan, menjadi alat-Nya di dalam pelaksanaan penghakiman.

3. PENGHAKIMAN MASYARAKAT

Allah menghakimi kita melalui masyarakat. Orang-orang yang berbuat dosa terlalu hebat mendapatkan celaan yang besar dari masyarakat. Satu-satunya tempat di dunia, di mana manusia dikubur bukan dengan peti mati, tetapi di dalam tempayan yang besar, adalah di Bagan Siapi-api. Mayat itu ditelungkupkan dan dimasukkan ke dalam tempayan. Lalu tempayan itu dibalikkan. Setiap tahun, pada hari upacara peringatan orang mati, mereka menulis surat dan ditempel di tempayan itu supaya orang mati tersebut bisa membacanya. Kuburan mereka merupakan suatu tempat di mana kita akan melihat begitu banyak gentong (tempayan) tertelungkup. Tetapi ketika keluar dari wilayah kuburan itu, pemandu saya memberi tahu bahwa ada mayat yang hanya diletakkan di tampi yang besar, di mana tulang-tulang tengkorak dan tulang-tulang tubuh dijemur begitu saja di bawah matahari. Ketika saya tanyakan mengapa mereka tidak dikubur seperti yang lainnya, pemandu itu mengatakan bahwa mereka tidak berhak dikuburkan karena pada saat mereka masih hidup, mereka adalah pencuri, perampok, pemabuk, dan sebagainya, sehingga ketika meninggal, dihukum oleh masyarakat dengan tidak dikuburkan, tetapi harus dijemur sedemikian. Ketika saya perhatikan, ada yang tulangnya putih dan ada yang tulangnya coklat. Ketika saya menanyakan mengapa ada tulang yang berwarna coklat, dia memberikan jawaban yang mengejutkan saya, yaitu karena mereka dulunya terlalu banyak mengonsumsi ganja, atau menjadi perokok, pemabuk, sehingga karena keracunan, warna dari ganja itu, menembus sampai ke tulangnya. Terlalu banyak minum alkohol memang membunuh banyak sel di dalam otak, yang tidak mungkin kembali lagi. Satu cangkir alkohol membunuh paling sedikit 2 juta sel otak.

Kita tidak mungkin lari dari hukuman Tuhan, janganlah kita main-main dengan hal itu. Kita bukan anjing, kita bukan binatang. Kita diciptakan menurut peta dan teladan Allah, dan kita diciptakan untuk memuliakan Allah. Maka sampai mati pun tulang kita masih bisa bersaksi, “Aku peminum, pecandu, perokok…”

Mengapa mereka tidak dikuburkan? Karena masyarakat menghakiminya. Kalau seorang ketahuan menjadi pelacur, langsung orang-orang melihatnya secara berbeda. Orang yang berdosa dihina oleh masyarakat. Ini namanya hukuman masyarakat.

Masyarakat mempunyai ukuran untuk menilai orang yang tidak boleh kita abaikan, sekalipun masyarakat itu sendiri mempunyai banyak kelemahan. Orang yang terus menipu, melarikan uang orang lain, dia tidak akan punya muka untuk melarikan diri dari mata orang lain. Mengapa Tuhan membuat wajah kita berbeda? Kalau semua sama akan merepotkan, yang suka menipu dan yang suka menolong orang wajahnya sama. Tuhan sengaja membuat manusia berbeda, sehingga wajah Saudara merupakan suatu ciri, yang membuat kita tidak bisa melarikan diri. Ini membuat manusia bisa dihakimi oleh masyarakat.

Allah adalah Allah yang adil, yang menghakimi manusia berdasarkan hati nurani, hukum Taurat, dan masyarakat, dan kemudian pemerintahan.

4.  PENGHAKIMAN PEMERINTAHAN

Pemerintah didirikan oleh Allah, tidak ada pemerintah yang kuasanya tidak datang dari Allah. Kalimat ini tercantum di dalam Roma 13:1. Semua kuasa politik dan pemerintahan datangnya dari Allah. Banyak pemerintah yang senang dengan ayat ini, karena dengan ayat ini mereka seolah-olah mempunyai wibawa dari Allah, sehingga banyak pemerintah yang paling lalim ingin memakai ayat ini untuk menyerang orang Kristen.

Apa artinya semua kuasa pemerintahan berasal dari Allah?

  • Semua pemerintah ada karena diizinkan oleh Allah. Kalau Allah tidak mengizinkan, kuasa pemerintahan itu harus jatuh;
  • Itu berarti kuasa Allah jauh lebih tinggi daripada kuasa pemerintahan, karena semua pemerintahan diberikan oleh Allah;
  • Semua kuasa pemerintah dari Allah, berarti semua pemerintah harus bertanggung jawab kepada Allah;
  • Semua pemerintah dari Allah, termasuk pemerintah sekarang, maupun pemerintah yang akan datang. Kuasa yang akan datang itu pun juga dari Allah, karena semua pemerintah dari Allah, termasuk yang melakukan revolusi menjatuhkan pemerintah, yang menghancurkan pemerintah yang sekarang, adalah juga kuasa dari Allah.

Iman Kristen bukanlah iman main-main. Alkitab memberikan kepada kirta pengertian jauh melebihi apa yang pernah kita pikirkan atau dengarkan atau yang pernah kita pelajari di sekolah theologi. Allah memberikan kuasa kepada pemerintah, setiap pemerintah menerima kuasa dari Allah. Kuasa yang diberikan paling sedikit mencakup dua bidang besar:

  • Pemerintah berhak menarik pajak dari rakyat, yang disebut sebagai “kuasa pengaturan ekonomi.” [Bidang ekonomi, pelajaran ekonomi, dan strategi ekonomi sebenarnya hanya berbicara tentang dua bidang besar, yaitu produksi dan distribusi. Ekonomi membicarakan bagaimana manusia menggunakan seluruh sumber daya alam dan manusia, serta pengolahan untuk menghasilkan suatu sistem kebutuhan modal. Dan yang kedua adalah bagaimanba membagi semua kemungkinan sumber itu kepada sebanyak mungkin orang]. Kekristenan berdasarkan wahyu Allah yang mengatur manusia dan menghendaki manusia hidup teratur dalam segala sesuatu.
  • Pemerintah mempunyai kuasa memakai pedang. Itu berarti pemerintah mempunyai sistem pertahanan dan militer. Ini merupakan “kuasa pengaturan militer.”

Sistem ekonomi dan sistem militer merupakan dua kuasa besar yang ada di dalam pemerintahan, yang diberikan oleh Allah kepada pemerintah, supaya pemerintah mengetahui bagaimana membela diri, bagaimana melawan musuh, dan bagaimana mempertahankan negara. Dan untuk menjaga keamanan. Dalam bagian ini Alkitab secara tegas mengatakan, hendaknya pemerintah memberikan pahala kepada mereka yang baik, dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan. Di sini kita melihat kuasa penghakiman yang ke-empat. Allah menghakimi manusia melalui pemberian kuasa kepada pemerintah untuk menghakimi manusia.

Dalam hal ini, sama seperti hati nurani yang mungkin dinodai, dicemari, dan didistorsikan oleh dosa, banyak pemerintahan dunia yang juga sudah tidak taat kepada Tuhan. Hendaklah Saudara berdoa supaya pemimpin di dalam pemerintahan Saudara, supaya orang-orang yang berkuasa di negara Saudara, mempunyai perasaan takut kepada Allah dan mempunyai sikap yang sungguh-sungguh di dalam mengadili dan memerintah rakyatnya.

Orang Kristen pada umumnya harus taat kepada pemerintah, dan harus menaati apa yang diperintahkan oleh pemerintah itu, kecuali mandat yang Tuhan berikan untuk mengadakan revolusi dalam menggulingkan suatu pemerintahan, tetapi siapa orangnya, kita tidak boleh sembarangan menganggap bahwa diri kitalah orangnya.

Tuhan memberikan kuasa kepada pemerintah. Namun, jika pemerintah itu sudah tidak mau taat kepada Allah, Ia memberikan toleransi sampai pada suatu saat kepenuhan dosa dari suatu pemerintahan sudah memuncak, dan Allah akan memakai cara lain untuk mengubah pemerintahan itu, seperti kerusakan komunisme di Rusia dan Eropa Timur. Pemerintah yang dibangun bertahun-tahun, hanya membutuhkan waktu beberapa bulan dan beberapa minggu saja untuk dihancurkan. Jika Allah sudah marah, pemerintahan yang bagaimana pun kuatnya, yang memiliki bom-bom atom dan bom-bom nuklir seperti Rusia, ketika Tuhan katakan, “Waktumu sudah tiba,” ia tidak akan dapat bertahan.

Jangan kita bermain-main dengan Tuhan. Allah adalah Allah yang memiliki kuasa terakhir. Selama seseorang masih diberikan hak untuk memerintah, ia masih bisa memerintah; tetapi ketika Allah mengatakan, “cukup”, maka ia tidak mungkin bisa berkuasa lebih lama lagi., Jangan Saudara kira, manusia layak ditakuti.

Ketika saya berkhotbah di Hong Kong, saya mengingatkan bahwa orang Hong Kong tidak perlu takut tahun 1997. Mungkin Deng Xiao Ping yang harus lebih takut untuk tahun itu, karena pada tahun itu usianya sudah 93 tahun. Mungkin ia tidak akan sampai ke usia itu.

Pada saat saya berkhotbah di Manila, Filipina, saya menyerukan agar presiden dan seluruh rakyat Filipina sungguh-sungguh bertobat. Pada saat itu panitia ketakutan, karena Ferdinant Marcos saat itu masih berkuasa setelah menjadi presiden selama 20 tahun. Mereka mengkuatirkan kalau dua tahun kemudian saya akan mengalami kesulitan untuk datang lagi ke Filipina. Saya katakan, mungkin dua tahun lagi dia tidak lagi memerintah. Dia boleh 20 tahun memerintah, saat itu saya sudah 30 tahun berkhotbah. Dua tahun kemudian, ketika saya kembali ke Filipina, ia sudah diusir dari Filipina, sedangkan saya masih berkhotbah. Siapa yang lebih berkuasa? Allah atau manusia? Pemerintah-pemerintah kalau tidak takut kepada Allah, dan berbuat dosa terus, pada suatu hari Tuhan akan menyingkirkan pemerintah itu karena Allah lebih besar daripada segala pemerintahan.

Allah memakai hati nurani, memakai hukum Taurat, memakai masyarakat dan memakai pemerintahan, untuk menghakimi manusia; tetapi Saudara harus ingat bahwa Allah sendiri lebih berkuasa dan lebih besar daripada segala sesuatu.

Pada saat Yusuf Roni ditahan dan diadili, banyak pendeta yang dipanggil untuk menjadi saksi. Tetapi kebanyakan pendeta yang dipanggil untuk menjadi saksi begitu ketakutan, sampai paling tidak ada 6 pendeta yang berbohong di pengadilan. Yusuf Roni sampai terheran-heran. Pendeta-pendeta yang mengundang dia berkhotbah di sana, mengapa ketika dipanggil untuk bersaksi, mereka begitu ketakutan? Maka di dalam bukunya Pembelaku Yang Agung, ia berulangkali menulis, “Ya Tuhan, kiranya Tuhan mengampuni pendeta-pendeta sedemikian.” Pendeta yang seharusnya mengabarkan pengampunan kini membutuhkan pengampunan karena sudah tidak bertanggung jawab. Pengadilan-pengadilan belum tentu adil, tetapi Allah pasti adil adanya.

Amin.
(Bersambung)
SUMBER :
Nama Buku : Dosa, Keadilan, dan Penghakiman
Sub Judul : Bab 4 : Sembilan Sarana Penghakiman Allah (1)
Penulis : Pdt. DR. Stephen Tong
Penerbit : Momentum, 2014
Halaman : 101 – 109
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube