Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Sepanjang sejarah 35 tahun kejuaraan dunia IAAF U 20 (International Association of Athletic Federations) atau sering diterjemahkan sebagai Federasi Atletik Internasional, penampilan terbaik atlet Indonesia ialah finish di urutan kedelapan di babak kualifikasi 100 meter pada 1986.

Namun pada Rabu sore tanggal 11 Juli 2018 saat angin sepoi-sepoi di Tampere, Finlandia Lalu Muhammad Zohri berhasil meraih emas kejuaraan dunia atletik U-20 2018 di nomor lari 100 meter dengan catatan waktu finish 10.18 detik mengungguli duet pelari Amerika Serikat yang harus puas meraih medali perak dan perunggu, Anthony Schwartz dan Eric Harrison.

Sekilas IAAF

Kejuaraan Dunia Atletik IAAF (bahasa Inggris: IAAF World Championships in Athletics) adalah kompetisi atletik yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IIAF).

Kejuaraan dunia atletik pertama kali dilangsungkan di Helsinki pada tahun 1983. Kejuaraan Dunia Atletik pertama berlangsung setelah disetujui Pertemuan Dewan IAAF di Puerto Rico pada tahun 1976. Walaupun demikian, ide mengadakan kejuaraan dunia untuk olahraga atletik mulai ada sejak tahun 1960-an. Pada waktu itu, negara-negara anggota IAAF tidak sependapat lagi dengan keputusan IAAF tahun 1913 yang menyamakan Olimpiade Musim Panas dengan kejuaraan dunia atletik.

Setelah kota Stuttgart, Jerman Barat dan Helsinki, Finlandia mencalonkan diri, Dewan IAAF memutuskan Helsinki sebagai tempat penyelenggaraan kejuaraan dunia yang pertama. Kejuaraan dilangsungkan di Stadion Olimpiade Helsinki, tempat Olimpiade Helsinki 1952 dilangsungkan.

Atlet dan jumlah negara peserta terus bertambah setiap kali kejuaraan dilangsungkan. Kejuaraan Dunia Atletik yang pertama pada tahun 1983 hanya diikuti 1.300 atlet dari 154 negara, sedangkan pada tahun 2003 diikuti 1.907 atlet dari 203 negara.

Mulai tahun 2005, setiap nomor pertandingan tersedia sekaligus untuk pria dan wanita, kecuali nomor Jalan Cepat 50 km yang hanya tersedia untuk pria. Selain itu, wanita bertanding pada nomor Lari Gawang 100 m dan Heptatlon, sedangkan pria memiliki pertandingan Lari Gawang 100 m dan Dekatlon. (www.iaaf.org).

Lalu Muhammad Zohri

Lahir di Karang Pansor 1 Juli 2000. Kedua orang tuanya yakni Lalu Ahmad Yani meninggal sekitar tahun 2017 dan ibunya Saeriah juga sudah meninggal sekitar 2015. Cita-citanya sederhana yaitu membanggakan keluarga dan membuatkan rumah.

Zohri masuk Pelatnas (Pemusatan Latihan nasional) pada Januari 2018 setelah menjadi juara pada Kejurnas antar Pusat pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2017. Sosok yang menurut pelatihnya adalah sederhana, tenang, tidak banyak bicara dan memiliki kedisiplinan yang bagus (bola.com kamis 12/7/2018). Dengan tanpa beban karena tidak ada target yang dibebankan, berhasil mencapai finish dengan waktu 10,18 detik adalah waktu terbaik yang belum pernah dicapai oleh Zohri.

Hasil Sebuah Perjuangan

Kebiasaan latihan lari di pantai pelabuhan bangsal Pemenang Lombok utara Nusa Tenggara barat, membuahkan hasil, walaupun memiliki banyak keterbatasan tidak membuat Zohri mengeluh termasuk berlari tanpa sepatu karena memang tidak memiliki sepatu.

Saat jajaran Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI)  menghubungi dan memberikan selamat atas prestasi yang begitu besar, respon yang diberikan Zohri tetap tenang, nada suara santai. Nasihat bijak Tigor Tanjung Sekjen PASI adalah  agar tidak cepat puas dan besar hati karena perjalanan masih sangat panjang ujar.

Bangga bahwa lagu Indonesia di rayakan di sebuah kejuaraan dunia…. penulis nusahati.com mengucapkan selamat dan terus berprestasi untuk Lalu Muhammad Zohri.

 

Dari berbagai sumber.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube