Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tanny Grey-Thompson terlahir dengan kelainan tulang belakang (spina bifida) yang menyebabkannya terpaksa bergantung dengan kursi roda. Namun, semua itu tidak mencegahnya untuk menjadi salah satu atlet paralimpiade terbaik Inggris. Tanni telah lima kali berkompetisi dalam pertandingan khusus bagi penyandang cacat itu, memenangkan 11 medali emas, dan diakui sebagai salah satu olahragawati paling berbakat dan berani dari generasinya. Dilahirkan di Cardiff, Inggris, pada 1969, Tanni dinamai Carys Davina oleh orangtuanya. Namun, ketika sang kakak melihatnya untuk kali pertama, dia memanggil adiknya ‘tiny (kecil) sehingga nama itu melekat pada dirinya hingga sekarang. Tanni terlahir dengan spina bidifa, suatu kondisi yang mana terdapatnya celah pada tulang belakang (vertebra) karena satu atau beberapa bagian vertebra gagal menutup atau gagal terbentuk secara utuh. Kerusakan pada korda spinalis dan akar syaraf yang dialaminya menyebabkan terjadi penurunan atau gangguan fungsi pada bagian tubuh yang dilengkapi oleh syaraf tersebut.

Meski terlahir cacat, orangtua Tanni selalu memberinya semangat dan dukungan sehingga ia terdorong untuk mandiri. Tanni mendaftar ke sebuah sekolah dasar di kotanya dan pergi ke sekolah dengan bantuan kruk, kaliper, dan kemudian kursi roda. Sarjana politik dari Loughborough University ini mulai berkarier dalam paralimpiade untuk balap kursi roda di nomor 100m pada Olimpiade Junior Nasional untuk Wales pada 1984. Karier internasionalnya dimulai pada 1988 di Seoul, ketika ia memenangi medali perunggu di nomor 400m. Sebagai seorang atlet muda, Tanni juga bertanding basket dari atas kursi roda. Sepanjang kariernya sebagai atlet paralimpiade, istri dari Dr. Ian Thompson itu telah menyabet total 16 medali (11 emas, empat perak, dan sebuah perunggu) dan 13 medali Wolrd Champhionship (enam emas, lima perak, dan dua perunggu). Ia juga memegang 30 rekor dunia dan memenangi London Marathon sebanyak enam kali antara 1992 dan 2002.

Pada 1993, Tanni menerima gelar MBE atas sumbangsihnya di dunia olahraga. Pada 2005, ia diberi gelar Komandan Orde dari Kerajaan Inggris. Pada 2010, Tanni menerima rekomendasi dari anggota parlemen Inggris dan dinobatkan sebagai Baroness Grey-Thompson of Eaglescliffe in the County of Durham. Paralimpiade kelima sekaligus terakhir yang diikuti Tanni dilangsungkan di Athena pada 2004. Di sana, ia memenangkan dua medali emas untuk balap kursi roda di nomor 100m dan 400m. Pada 18 Februari 2007, Tanni mengumumkan pensiun dari kariernya di dunia atletik. Kini, ia menjabat sebagai direktur noneksekutif untuk UK Athletics (2007), duduk di dewan London Marathon (2007) dan Dewan Transportasi London (2008).

Tanni lahir dengan spina bifida dan merupakan pengguna kursi roda. Dia adalah salah satu pembalap kursi roda paling sukses di dunia.

Sumber : http://asal-unik332.blogspot.com/2011/09/tanni-grey-thompson-atlet-cacat-terbaik.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube